
*ARTI DAN MAKNA LAMBANG PSHT*
1. BENTUK SEGI EMPAT
Melambangkan 4 kibat dan lima pancer atau yang dimaksud arah mata
angin (pancernya di mana kita berpijak) artinya,orang SH Terate dalam
mencapai tujuannya/mengembangkan dirinya selalu memegang teguh pada
wasiat "Persaudaraan Setia Hati Terate."
2. DASAR HITAM
Melambangkan persaudaraan orang PSHT yang dalam arti kiasannya
adalah kekal dan abadi.Persaudarran yang dimaksud adalah persaudaraan
yang sangat erat seperti saudara,bahkan melebihi eratnya saudara
kandung.Dan dalam wasiat SH Terate, dilarang
berkelahi sesama SH Terate.
3. HATI BERWARNA PUTIH,TEPI MERAH
Berwarna putih melambangkan kesucian hati atau orang SH Terate harus
selalu berpikiran bersih/suci.Tepi merah melambangkan batasan
kedisiplinan atau cinta kasih yang ada batasnya, artinya cinta kasih
yang diberikan adalah suci tanpa pamrih, tidak berlebihan dan selalu ada
batasnya, karena cinta kasih yang tidak ada batasnya akan membuat orang
yang diberi cinta kasih memberi sengsara atau bahkan bisa membunuhnya.
4. HATI BERSINAR
Melambangkan bahwa dimanapun orang SH Terate berada harus dapat memancarkan sinar kasih sayang atau bahasa jawanya "Asih Sapono Padane Tumitah"(saling mengasihi sesama makhluk Tuhan).Juga melambangkan jalannya "Manungso Iku Bakal Nginduh Wohing Pakarti"(manusia itu akan memetik hasil karyanya) dalam bahasa jawa "Sing Sopo Nandur Pari,Bakal Ngunduh Pari,Sing Sopo Nandur Rawe,Bakal Ngunduh Rawe".Arti
lain bahwa sinar tersebut adalah pancaran sinar yang berwarna terang
benderang,ini mengandung suatu maksud bahwa orang SH Terate harus
sanggup menciptakan suasana tentram,damai dan menyenangkan pada
lingkungan dimanapun dia berada.
5. BUNGA TERATE
Bunga Terate dapat hidup di segala tempat(di air,di rawa) dan selalu
berada dia atas, melambangkan bahwa orang SH Terate harus mempunyai
semangat juang tinggi atau ketahanan semangat optimisme dalam
mempertahankan cita-cita untuk memperoleh kebahagiaan lahir dan batin
dan dimanapun orang SH Terate harus dapat jadi panutan yang baik di
masyarakat.
6. BUNGA TERATE TERDIRI DARI KUNCUP, SETENGAH MEKAR DAN MEKAR
Anggota dari PSHT terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, ada yang
kaya, ada yang setengah kaya, ada yang miskin, namun diharapkan semua
orang SH Terate harus tetap utuh saling menganggap sebagai saudara
kandung,tidak terkotak-kotak.
7. TULISAN "PERSAUDARAAN" DI TEMPATKAN DI ATAS
Melambangkan dalam SH Terate yang diutamakan adalah
Persaudaraannya. Orang SH Terate harus seimbang antara persaudaraan dan
pencaknya.
8. PITA TEGAK PUTIH GARIS TENGAH MERAH
Melambangkan keberanian di atas kesucian atau berani karena benar,takut karena salah (Kami Tidak Mencari Pedang Bermerah Darah,Tetapi Bila Terpaksa Berjumpa Maka Kami Tidak Akan Lari Menjauhinya).Juga melambangkan bahwa orang SH Terate berdiri tegak di atas keberanian dan keadilan.
9. SENJATA PERSILATAN
Melambangkan bahwa di dalam SH Terate diajarkan sesuatu kekuatan
untuk membela diri yaitu pencak silat asli budaya bangsa Indonesia yang
telah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang kita.Pepatah SH
Terate mengatakan pencak silat adalah budaya asli bangsa Indonesia,oleh
sebab itu, kita lestarikan keberadaannya untuk membekali jiwa bangsa
Indonesia menjadi kuat dan beradab karena bangsa yang kehilangan
kebudayaanya adalah bangsa yang terjajah jiwanya.
10. TULISAN BERWARNA KUNING
Melambangkan kejayaan dan keagungan atau kebesaran, dimanapun SH
Terate berada harus tetap jaya dan berkembang.Pepatah SH Terate
mengatakan "Selama Matahari Masih Bersinar Dan Selama Bumi Masih
Di Huni Manusia, Maka Selama Itu Pula Setia Hati Terate Tetap Jaya Abadi
Untuk Selama-lamanya".
1. ARTI SABUK POLOS ATAU HITAM
Warna putih melambangkan kesucian, oleh karena itu sifat dan watak yg diharapkan dari siswa tingkat putih adalah siswa tersebut dapat bertindak berdasarkan prinsip kebenaran, dan bersikap tenang seperti air yg mengalir. Dalam suatu pepatah SH Terate disebutkan "tiniti liring, tindak ing ati".
Sabuk polos atau hitam secara mendasar mengandung arti bahwa siswa yg
berada di tingkat polos adalah siswa yg buta atau tidak mengetahui dgn
baik organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Warna hitam menunjukkan
warna dasar dari pakaian SH Terate sehingga warna sabuk polos dapat
berarti juga siswa polos adalah siswa yg baru blajar dan baru mengenal
Persaudaraan Setia Hati Terate dan tidak boleh ditunjukan kepada orang
lain.
2. ARTI SABUK JAMBON
Sabuk jambon secara mendasar mengandung maksud bahwa
siswa jambon adalah siswa yg mulai mengenal SH Terate dan mengenal arah
yg benar. Warna jambon mengandung arti warna
keragu-raguan, jadi sifat ragu-ragu selalu ada di siswa tingkatan
jambon. Dalam berbagai sumber, jambon juga mengandung maksud adalah
sifat matahari yg terbit atau sifat matahari yg terbenam, yaitu sifat yg
mulai mengarah ke suatu kepastian tetapi masih dalam taraf mengantung
dan belum tetap wataknya.
3. ARTI SABUK IJO/HIJAU
Sabuk hijau secara mendasar mengandung maksud bahwa siswa hijau adalah
siswa yg sudah mantap/tenang hatinya. Warna hijau mengandung arti warna
keadilan dan keteguhan dalam menjalani sesuatu. Sifat inilah yg di
harapkan terbentuk pada siswa hijau, dimana siswa tersebut maupun
berbuat adil, mulai dididik untuk madep, karep, mantep, dengn
mengutamakan ajaran SH Terate.
4. ARTI SABUK PUTIH (kecil)
Sabuk putih atau putih kecil adalah tingkatan siswa yg terakhir dalam
latihan Persaudaraan Setia Hati Terate. Sabuk putih berarti bahwa
seseorang yg telah mencapai tingkatan ini adalah orang yg telah mengerti
arah yg sebenarnya dan telah mengetahui perbedaan antara benar dan
salah. Pada tingkatan ini, seorang siswa akan menamatkan pelajaran SH
Terate baik pelajaran olah kanuragan (beladiri) maupun pelajaran
kerohanian/ke-SH-an.Warna putih melambangkan kesucian, oleh karena itu sifat dan watak yg diharapkan dari siswa tingkat putih adalah siswa tersebut dapat bertindak berdasarkan prinsip kebenaran, dan bersikap tenang seperti air yg mengalir. Dalam suatu pepatah SH Terate disebutkan "tiniti liring, tindak ing ati".
+of+Foto0175.jpg)







Salam Persaudaraan lur,, Saya dari Ranting Curug, Cab.Tangerang
BalasHapus